banner 728x250

Diduga Dipicu Miras dan Sajam, Perkelahian Siswa SMAN 10 Tanakeke Dilaporkan ke Polisi

banner 120x600
banner 468x60

TAKALAR,15menit.com – Perkelahian antar siswa di SMAN 10 Tanakeke, Kabupaten Takalar, memicu kekhawatiran orang tua terhadap keamanan lingkungan sekolah. Insiden yang melibatkan kelompok siswa dari dua desa berbeda itu terjadi pada Senin (09/02/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkelahian tersebut melibatkan siswa dari Desa Tompo Tanah dan Desa Balang Datu. Sejumlah warga menduga insiden ini berkaitan dengan lemahnya pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk dari pihak Bimbingan dan Konseling (BK).

Selain itu, beredar dugaan bahwa sejumlah siswa bebas membawa minuman keras (miras) dan senjata tajam (sajam) ke area sekolah. Dugaan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat akan potensi konflik lanjutan.

Menurut keterangan seorang siswi yang menjadi saksi, peristiwa bermula saat sekelompok siswa dari Desa Balang Datu mendatangi kelas untuk menanyakan keberadaan teman seorang siswa dari Desa Tompo Tanah.

Namun, setelah dijawab tidak mengetahui keberadaan yang dicari, korban diduga langsung dipukul dari belakang oleh kelompok tersebut hingga memicu perkelahian.

“Muncul kekhawatiran persoalan ini akan terus berlanjut jika siswa masih berkumpul dalam kelompok dan tidak ada pengawasan ketat, apalagi jika benar ada yang membawa senjata tajam atau berada di bawah pengaruh minuman keras,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kanit Reserse Polsek Mapsu, Basri, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Kami telah memanggil pihak-pihak yang terlibat, dan pihak sekolah juga akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Basri, Rabu (11/02/2026).

Sementara itu, Kepala SMAN 10 Tanakeke, Abbas, saat dikonfirmasi membenarkan adanya perkelahian antar siswa. Namun, ia membantah keras tudingan bahwa siswa bebas membawa senjata tajam maupun minuman keras ke lingkungan sekolah.

“Benar, beberapa hari lalu terjadi perkelahian antar siswa. Namun tudingan bahwa siswa bebas membawa senjata tajam dan minuman keras itu tidak benar. Selama ini tidak ada siswa yang membawa senjata tajam. Perkelahian tersebut sudah kami tangani dan diselesaikan secara internal,” tegasnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut serta mencegah terjadinya konflik lanjutan di lingkungan sekolah.

(*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *