Takalar,15menit.com – Sejumlah tokoh masyarakat Desa Punaga, Kecamatan Laikang, meluapkan kekecewaannya atas sikap Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye, yang secara tiba-tiba membatalkan pertemuan dengan warga, Kamis (11/9/2025).
Pertemuan yang dijanjikan seusai salat magrib di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Takalar urung digelar. Ajudan Bupati hanya menyampaikan alasan bahwa sang Bupati harus berangkat ke Makassar menghadiri agenda lain.
Padahal, tokoh masyarakat Desa Punaga sudah menempuh perjalanan berjam-jam untuk memenuhi undangan resmi tersebut. Pembatalan mendadak tanpa penjadwalan ulang itu dianggap bentuk penghinaan terhadap masyarakat yang berharap adanya ruang dialog terbuka.
Jafaruddin Daeng Beta, salah satu tokoh masyarakat Punaga, menegaskan bahwa sikap Bupati mencederai kepercayaan publik.
“Ini puncak kekecewaan kami. Setelah tiba di Takalar, pertemuan justru dibatalkan begitu saja. Kami merasa dipermainkan. Padahal, apa yang akan kami sampaikan sangat penting untuk kepentingan masyarakat Punaga,” tegas Jafaruddin yang akrab disapa Ombet.
Tokoh Punaga menilai Bupati Takalar abai terhadap aspirasi rakyat, apalagi mereka datang dengan niat baik memperjuangkan kepentingan warga. Mereka mendesak agar Bupati tidak mempermainkan janji pertemuan dengan alasan agenda lain.
Sampai berita ditayangkan belum ada penjelasan resmi oleh Bupati takalar terkait penbatalan pertemuan dengan Tokoh masyarakat Desa punaga
(TS)
















