Takalar,15menit.com – Persoalan jalan rusak di Desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang (Marbo) 20 tahun tak kunjung diperbaiki dan kembali menuai sorotan publik. Sekretaris Dinas PUTRPKP Kabupaten Takalar menyampaikan permohonan maaf melalui grup WhatsApp Info Marbo atas belum maksimalnya pelayanan dalam perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Menurut pengakuannya, pihak dinas sudah berulang kali melakukan pengukuran untuk pembaruan data jalan rusak berat, khususnya di wilayah Marbo termasuk Desa Punaga. Permohonan perbaikan jalan pun telah dikirim melalui aplikasi Krisna, baik melalui skema IJD maupun Dana Alokasi Khusus (DAK). Bahkan, Bupati Takalar disebut-sebut telah membawa proposal perbaikan jalan ke Jakarta untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Namun, pernyataan ini justru menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Publik menilai pemerintah daerah seakan hanya mengandalkan dana pusat untuk perbaikan jalan, sementara di sisi lain terdapat alokasi efisiensi anggaran daerah senilai Rp16 miliar yang belum jelas pemanfaatannya.
“Kalau perbaikan jalan menunggu dana pusat, lalu untuk apa efisiensi anggaran Rp16 miliar itu? Masyarakat butuh kejelasan,” ujar salah satu warga Punaga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat berharap Pemkab Takalar dapat lebih transparan dalam pengelolaan anggaran serta menjadikan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan desa sebagai prioritas utama, bukan justru menunggu bantuan dari pusat.
(*)
















