banner 728x250

Reses Hj Fadilah Fahriana di Takalar, Prioritaskan Bantuan Petani dan Mesin Jahit untuk Majelis Taklim

banner 120x600
banner 468x60

TAKALAR, 15MENIT.COM- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Fadilah Fahriana, menggelar reses atau temu konstituen masa persidangan II tahun 2025–2026 di Lingkungan Sayowang Baru, Kelurahan Pabundukang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (22/2/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Daeng Siajang, yang berlokasi selepas tikungan tajam Sayowang ( Poros Takalar – Gowa) sebelah kiri jika dari arah selatan.

Sejak siang hari, warga mulai memadati lokasi kegiatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama di sektor pertanian dan pemberdayaan perempuan.

Reses ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan wakil rakyat di tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Fadilah Fahriana dari Anggota Fraksi PKB tersebut menegaskan komitmennya memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya para petani.

Ia mengaku kerap melakukan penyesuaian proposal bantuan agar tetap bisa direalisasikan sesuai kebutuhan kelompok tani.

“Daripada tidak ada, lebih baik kita ubah judulnya supaya bisa dapat. Yang penting kelompoknya sudah masuk. Nanti ketika ada yang keluar di provinsi, tinggal disesuaikan,” ujar Fadilah di hadapan warga.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar kelompok tani di Takalar tidak kehilangan peluang mendapatkan bantuan.

Fadilah menyebut, beberapa proposal bantuan sebelumnya mengalami perubahan, termasuk pengadaan hand traktor dan alat semprot racun.

“Dari hand traktor, kalau memang tidak ada kuotanya, kita ubah jadi semprot racun. Yang penting dapat dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan telah memasukkan daftar sejumlah kelompok tani agar tetap tercatat sebagai penerima potensial bantuan.

“Kelompokta sudah saya masukkan semua. Nanti kita bagi-bagi, ada yang dapat ini, ada yang dapat itu,” katanya.

Fadilah menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas perjuangannya di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kalau petani sejahtera, yakin dan percaya kita semua pasti ikut sejahtera,” tuturnya.

Ia berharap petani di Takalar mampu bersaing dengan petani di daerah lain.

“Saya berjuang supaya petani kita di Takalar tidak kalah dengan petani-petani di Bugis,” ujarnya.

Selain petani, Fadilah juga memberi perhatian kepada kelompok ibu-ibu dan majelis taklim.

Ia mendorong agar kelompok perempuan segera mengurus surat keputusan (SK) di kelurahan sebagai syarat administrasi pengajuan bantuan.

“Kalau kelompok ibu-ibu sudah di-SK-kan, cepat masukkan proposalnya. Insyaallah ada jalannya,” katanya.

Fadilah bahkan menyebut mesin jahit sebagai salah satu bantuan yang kerap ia perjuangkan untuk majelis taklim.

“Kalau majelis taklim, biasanya saya kasih mesin jahit. Sisa kain bisa dimanfaatkan, tinggal minta diseragamkan,” ucapnya.

Ia menegaskan bantuan yang diperjuangkan bukan untuk kepentingan pribadi.

“Saya minta bukan untuk saya, tapi untuk masyarakat. Bukan untuk dijual. Mau ku apa itu semprot racun kalau bukan untuk dibagikan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Fadilah berharap seluruh usulan yang disampaikan warga dapat direalisasikan, baik melalui pemerintah provinsi maupun melalui jalur aspirasinya secara pribadi.

“Semoga usulanta hari ini bisa direalisasikan oleh pemerintah provinsi atau pribadiku,” katanya sebelum menutup kegiatan reses.

Sementara itu, Lurah Pabundukang, Rusli, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses di wilayahnya.

“Kami berharap aspirasi dari warga dapat diserap maksimal dan benar-benar diperjuangkan di tingkat provinsi,” ujar Rusli.

Ia menambahkan, pihak kelurahan siap membantu proses administrasi kelompok masyarakat yang ingin mengajukan proposal bantuan.

“Kami di kelurahan siap memfasilitasi, termasuk penerbitan SK kelompok agar syarat administrasi terpenuhi dan bantuan bisa lebih mudah diakses,” tambahnya.

Kegiatan reses ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara anggota DPRD, aparat kelurahan, Babinsa, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir.

(liong)

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *