TAKALAR,15menit.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah. Tidak hanya fokus pada penataan dan keindahan kawasan, aspek keamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama.
Salah satunya terlihat di pintu gerbang kawasan wisata Paria Lau, Kecamatan Mappakasunggu, yang kini telah dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV).
Berdasarkan pantauan awak media, CCTV terpasang tepat di bawah tulisan “Selamat Datang” pada pintu gerbang destinasi wisata Paria Lau. Keberadaan kamera pengawas ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi pengunjung sekaligus membantu pengawasan kawasan wisata.
Selain peningkatan sistem keamanan, Pemkab Takalar juga melakukan perbaikan infrastruktur penunjang, khususnya akses jalan menuju kawasan wisata Paria Lau. Jalan yang selama puluhan tahun rusak dan berlubang kini telah berubah menjadi mulus dan nyaman dilalui.
Perbaikan akses jalan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemkab Takalar dengan Anggota DPR RI, H. Hamka B. Kady. Pembangunan ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.
“Puluhan tahun jalanan menuju wisata ini tidak pernah diperbaiki. Alhamdulillah, berkat H. Hamka B. Kady, jalan ini sekarang sudah mulus,” ungkap salah seorang warga.
Tak hanya itu, pada tahun 2025 Pemkab Takalar juga membangun pintu gerbang Paria Lau yang kini menjadi ikon baru destinasi wisata tersebut. Pintu gerbang ini tidak hanya berfungsi sebagai akses masuk, tetapi juga sebagai simbol identitas kawasan wisata Paria Lau yang semakin dikenal masyarakat luas.
Di bawah kepemimpinan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati Hengky Yasin, pengembangan Paria Lau dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat serta pelaku usaha lokal.
Paria Lau yang terletak di Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakasunggu, kini menjadi salah satu destinasi favorit warga, khususnya kalangan anak muda, untuk menikmati panorama matahari terbenam. Hamparan rumput hijau yang luas berpadu dengan empang-empang warga menciptakan suasana sejuk dan menenangkan.
Lokasinya yang strategis, sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Takalar, serta akses langsung dari Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Poros Galesong–Makassar, membuat kawasan wisata ini semakin mudah dijangkau.
Tak hanya ramai pada sore hari, Paria Lau juga berkembang sebagai wisata malam. Pada malam hari, kawasan ini ramai dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong bersama keluarga maupun teman dengan suasana pantai yang sejuk dan hembusan angin laut.
Pemkab Takalar juga mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kawasan wisata. Sejumlah pelaku usaha lokal hadir menyediakan aneka jajanan dan minuman bagi pengunjung, salah satunya View Old yang menawarkan minuman dingin dan panas dengan harga terjangkau.
Melalui perbaikan infrastruktur, pembangunan ikon destinasi wisata, pemasangan CCTV sebagai penunjang keamanan, serta penataan kawasan secara berkelanjutan, Pemkab Takalar berharap Paria Lau mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, membuka lapangan usaha, dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
(Isk)

















