Takalar,15menit.com – Bupati Takalar Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi digital sebagai fondasi percepatan pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Leaders Talk yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Takalar.
Dalam arahannya, Bupati Daeng Manye menekankan agar seluruh unsur pemerintahan, mulai dari OPD hingga kecamatan dan desa, menerapkan literasi digital secara menyeluruh dalam mendukung tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pengembangan sektor ekonomi masyarakat.
Menurut Bupati Takalar, literasi digital menjadi instrumen penting dalam mempermudah pengembangan UMKM dan sektor pariwisata, khususnya melalui pemanfaatan platform digital seperti Google untuk promosi potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Takalar.
Sebagai bentuk implementasi nyata, Bupati Daeng Manye memaparkan sejumlah quick wins yang akan diintegrasikan dalam pembangunan Takalar ke depan. Program tersebut meliputi digitalisasi sekolah 100 persen, pengembalian 1.000 anak tidak sekolah ke dunia pendidikan, serta penurunan angka stunting sebesar 5 persen yang selaras dengan dukungan program pendidikan gratis.
Selain itu, Pemkab Takalar menargetkan digitalisasi desa 100 persen dengan peningkatan desa berstatus mandiri sebesar 50 persen, peningkatan produktivitas hasil pertanian sebesar 5 persen, serta pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 10 persen.
Di sektor pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan, Bupati Takalar menargetkan implementasi plotting pelayanan publik, pencatatan investasi dan aset daerah 100 persen, serta pencatatan hasil produksi perikanan 100 persen berbasis digital.
Pemerintah Kabupaten Takalar juga menargetkan perbaikan jalan meningkat 100 persen, registrasi 25.000 UMKM Takalar ke Google Business Profile, serta peningkatan pendapatan sektor pariwisata hingga 200 persen melalui promosi digital yang terintegrasi.
Lebih lanjut, Bupati Daeng Manye menegaskan penerapan pemerintahan digital melalui dashboard monitoring, peningkatan elektronifikasi transaksi hingga 200 persen, serta mendorong seluruh OPD dan kecamatan menjadi pionir Takalar BISA (Berbasis Inovasi dan Sistem Digital).
“Seluruh program ini akan kami integrasikan secara menyeluruh sebagai bagian dari transformasi digital Takalar, agar pembangunan lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Bupati Daeng Manye.
Melalui penguatan literasi digital ini, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
(Isk)

















